Resensi Novel Fairish

 

RESENSI NOVEL

“FAIRISH”

 


 

A.   Identitas Buku

Judul buku: Fairish

Penulis: Esti Kinasih

ISBN: 978-979-22-0940-2

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: Ke-15

Tebal: 304 halaman; 20 cm

Tahun terbit: 2011

Jumlah halaman: 304 halaman 

 

B.     Sinopsis

Fairish adalah cewek biasa, mungil, dan biasa-biasa saja tidak populer di sekolah. Mulanya yang menjadi inti cerita pada novel ini mulai terlihat di saat SMU Palagan, sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru pindahan bernama Davidio Daniel Dharmawan atau bisa kita panggil Davi. Seketika itu pula, Davi yang merupakan cowok yang tampan dan sempurna lalu simpati cewek-cewek yang ada di kelas itu tertarik kepadanya. Tetapi dikarenakan sikapnya yang cuek sehingga ia tetap menanggapi itu semua dengan dingin. Namun ternyata tak semua cewek di kelas itu tergila-gila padanya. Satu-satunya cewek yang tak terlalu berminat untuk ikut-ikutan seperti teman-temannya yang lain adalah Irish . Hal itu terjadi lantaran memang karena sifat cuek yang dimiliki Irish.

Tapi justru dengan sikap Irish yang seperti itu membuat Davi penasaran dan suka padanya. Awalnya, ia hanya ingin duduk bersebalahan saja dengan Irish agar ia tak terlalu merasa terganggu dengan perempuan-perempuan itu, karena dirasa sikap Irish yang tak terlalu perduli akan kehadirannya di kelas itu. Lambat laun Davi mulai merasa ada kecocokan dengannya, ia merasa nyaman dan tidak sungkan utnuk mulai menceritakan latar belakang kepindahannya dari sekolah yang sebelumnya.

Untuk menghilangkan kenangan masa lalunya yang pahit dan terus menyiksanya maka keputusan untuk pindah Davi lakukan. Di sekolah sebelumnya, Davi pernah mempunyai pacar yang bernama Meilani. Tapi, hubungan mereka tak berlangsung lama. Meilani meninggal saat sepeda motor yang dikendarai Davi untuk memboncengnya mengalami kecelakaan ketika mereka pergi bersama. Dari sinilah Davi mulai berjanji tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya cewek. Sedikit ada trauma pada dirinya.

Davi pun meminta pada Irish untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sebenarnya Irish ingin menolak permintaan Davi tersebut. Walaupun Irish adalah cewek yang cuek, ia tetap menyadari bahwa Davi adalah sosok yang bisa memikat hatinya, dan karena rasa iba  dan kasihan padanya, Irish pun menerima permintaan Davi. Berdekatan dengan cowok cakep tidak seterusnya terasa indah, seperti itulah yang dirasakan Irish. Irish mulai dimusuhi oleh cewek-cewek lain yang menaruh simpati pada Davi, setelah ia mulai memainkan perannya sebagai pacar pura-pura Davi. Selain itu, Irish juga harus menahan perasaan sukanya pada Davi yang mulai tumbuh karena seringnya mereka bersama.

Davi memang bersalah, tapi tak sepantasnya ia dipermainkan seperi itu, apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan perasaan. Davi mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di hatinya pada Irish. Pada akhirnya Davi menyatakan perasaan cintanya itu pada Irish di puncak pegunungan tempat kenangan Davi dengan Meilani.

C.    Penilaian novel

Bahasa yang digunakan pengarang dalam novel ini adalah bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh pembaca. Di dalamnya terdapat salah satu bahasa daerah yang tak asing lagi bagi orang Indonesia,Yaitu bahasa Betawi. Novel ini juga mengangkat tema tentang kisah percintaan anak remaja yang pastinya banyak dikagumi oleh banyak anak remaja.

Membaca novel ini menggunakan diksi yang mudah dimengerti sehingga kita paham dan seolah masuk ke dalamnya. Di dalamnya juga  terdapat istilah-istilah selain lucu juga dapat menghibur kita.


#Unsika

#UniversitasSingaperbangsaKarawang

#PBSIUnsika

#nulisbersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel The Chronicles of Narnia: The Horse and His Boy (Kuda dan Anak Laki-Laki)

Contoh Simbol Fonetik dalam Bahasa Indonesia.

Cara Membuat Misro dalam Bahasa Sunda