Resensi Novel Berjudul Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye
Novel Berjudul Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Karya Tere Liye
Identitas Buku
Judul buku : Daun Yang Jatuh
Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang : Tere-Liye
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Tahun terbit : Cetakan
kesembilan, maret 2013
|
Struktur Teks |
Paragraf |
|
Orientasi |
Tere-Liye adalah penulis
yang sudah terkenal dengan karya-karyanya, dan sudah menulis banyak buku.
Karyanya juga sudah ada yang di buat
film. Ciri khas penulisan Tere
liye didalam novel-novelnya selalu menceritakan tentang kesedihan,
kehilangan, dan kematian yang dialami para tokohnya. Novel ini menceritakan
tentang kehidupan Tania yang penuh dengan cobaan. Tania telah ditinggal oleh
ayahnya sejak umur 8 tahun dan adiknya Dede yang masih berumur 3 tahun. Tania
dan Dede sekarang hanya hidup dengan Ibunya. Sejak ditinggal oleh ayahnya
kehidupan keluarga Tania semakin sulit, mereka tidak sanggup untuk membayar
uang kontrakan rumah dan juga biaya sekolah. Tania dan Dede harus mengamen
dari bis satu ke bis yang lain untuk mencari uang untuk makan. Tania bertemu dengan seorang malaikat yang
akan membantu keluarganya, membantunya sekolah, mendapatkan tempat tinggal
dan janji masa depan yang lebih baik. |
|
Tafsiran |
Pada bab pertama buku ini, Tere-Liye
menceritakan saat semua berawal dari Pertemuan awal Tania dan adiknya Dede
dengan seseorang yang akan menjadi malaikat penolong bagi keluarga Tania. Pada bab berikutnya Tania
mulai mengenal perasaan berbeda kepada malaikatnya (om Danar). Begitu juga
pada kelanjutan bab lainnya yang cobaan semakin berat yang dialami Tania.
Tapi Tania sadar ia tidak boleh membiarkan perasaannya semakin bertambah.
Karena Tania tahu jika malaikatnya hanya menganggap Tania sebagai seorang
adik tak lebih. Takdir telah ditentukan oleh Tuhan manusia hanya bisa
menerimanya seperti daun yang jatuh tak pernah membenci angin. |
|
Evaluasi |
Novel ini menggunakan
bahasa Indonesia yang baik namun terkadang juga terlalu hiperbola dan puitis.
Banyak menggunakan bahasa istilah. Adanya kesalahan cetak.Ada
beberapa kata yang tedapat kesalahan cetak. Cerita di dalam novelnya
bisa membawa pembaca terlarut dalam alur cerita yang disajikan sehingga kita
seolah olah ikut hanyut kedalam situasi yang ada di dalam novel. Keunikan
dari buku Tere liye dia tidak menuliskan identitas dirinya atau biografinya
didalam setiap novel-novelnya. Novel ini alur ceritanya
mudah dipahami dan sebuah bacaan yang inspiratif |
|
Rangkuman |
Sasaran pembaca pada novel ini adalah remaja, karena kisah cinta
didalam novel ini dipandang dari sudut cinta seorang remaja. Novel ini tidak
sesuai dengan semua umur, meskipun diawal cerita Tania masih berumur 11
tahun, tetapi karena perasaannya dengan Oom Danar membuat itu tidak bagus
untuk dicontoh oleh anak dibawah umur. Novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin, memberikan
pengetahuan kepada kita jika semua keinginan kita tidak bisa semuanya
tercapai. Tokoh-tokoh yang berada di dalam novel ini memberikan contoh agar
dalam menghadapi kehidupan ini kita harus menjalani dengan lapang dada,
ikhlas, dan selalu berusaha dengan kemampuan yang kita punya. |

Komentar
Posting Komentar