Menumbuh Kembangkan Cinta Tanah Air Dalam Nilai Budaya

 

Menumbuh Kembangkan Cinta Tanah Air Dalam Nilai Budaya


 

Pendahuluan

Cinta tanah air adalah mencintai bangsa sendiri, yakni munculnya perasaan mencintai dari warga negara untuk negaranya dengan sedia mengabdi, berkorban, memelihara persatuan dan kesatuan, melindungi tanah airnya dari segala ancaman, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh negaranyan.

Sedangkan, Nilai Budaya adalah nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :

·         Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)

·         Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut

·         Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat setiap harinya. Budaya ada karena suatu hasil karya dari olah pikiran dan ide-ide manusia. Budaya dapat berupa adat, kebiasaan, pakaian, makanan, bahasa dan sebagainya. Setiap wilayah ataupun daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Budaya memiliki berbagai karakteristik dan juga nilai-nilai.


 Alasan Kaum Muda Mulai Meninggalkan Budaya Sendiri

Pada zaman sekarang Budaya Indonesia sudah jarang sekali yang memperhatikannya, terutama kaum muda. Masuknya budaya-budaya luar ke Indonesia seperti sebuah wabah yang menjangkiti anak muda di Indonesia. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, aliran musik, dan juga tingkah lakunya sudah terjangkiti oleh budaya luar. Tak heran sekarang ini budaya Indonesia hampir tidak ada yang mengetahuinya terutama anak-anak muda. Mereka mulai meninggalkan budaya bangsa dan lebih memilih budaya luar, dengan beralasan karena budaya Indonesia itu jadul, tidak gaul, ndeso,katrok, atau KAMSEUPAI. Itu yang menjadi alasan mereka untuk meninggalkan Budaya Indonesia. Budaya Indonesia tidak akan berkembang tanpa adanya peran serta kaum muda di dalamnya. Pentingnya anak-anak muda zaman sekarang mengenal budayanya sendiri dapat menjadikan Indonesia menjadi negara luhur yang masih mempertahankan kebudayaan aslinya. Untuk mengikuti perkembangan zaman anak muda mudah sekali mengikuti segala macam kebudayaan dari luar tanpa menyeleksi terlebih dahulu mana yang baik dan buruk bagi dirinya.

 

Menumbuhkan Cinta Budaya Kepada Kaum Muda Melalui Pelajaran Muatan Lokal (Kesenian)

Cara menumbuhkan kembali cinta budaya kepada kaum muda dapat melalui pelajaran muatan lokal (kesenian) berbasis pelestarian seni budaya setempat, didalam pelajaran kesenian anak dapat di kenalkan dengan budaya-budaya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Misalnya saja bisa melalui alat musik. Salah satu contoh menumbuhkan cinta terhadap budaya Indonesia pada pelajaran kesenian murid diajarkan dengan bermain kulintang dan alat musik lainnya, selain itu pada pembelajaran menggambar, siswa dapat diajarkan untuk menggambar motif batik dan mengenali jenis-jenis batik yang ada di Indonesia. Dalam pelajaran kesenian siswa dapat di ajarkan untuk membuat karya seni yang bertema keanekaragaman budaya Indonesia. Dengan cara tersebut siswa dapat mengingat melalui pengalaman yang mereka lakukan ketika mengikuti pelajaran kesenian. Pentingnya budaya lokal (budaya Indonesia) terhadap kaum muda bertujuan untuk membentuk karakter kaum muda Indonesia.

Menanamkan / Menumbuhkan rasa cinta tanah air

Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara bendera sederhana setiap hari Senin dengan menghormat kepada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap negara. Pendidikan merupakan bagian dari sistem atau subsistem yang memiliki tujuan akhir yang bermuara pada pembangunan sebuah negara baik pembangunan jiwa maupun raga setiap warga dari sebuah negara atau yang biasa disebut sebagai sebuah bangsa.

Rasa cinta tanah air atau nasionalisme dalam tulisan ini adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.

Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.

Salah satu cara untuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air adalah dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui proses pendidikan. Rasa bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan memberikan pengetahuan dan dengan membagi dan berbagi nilai-nilai budaya yang kita miliki bersama. Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk menumbuhkembangkan rasa bangga yang akan melandasi munculnya rasa cinta tanah air.

 

Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Nasional

(transfer of value).

Ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam proses pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional adalah mengenai adat istiadat lokal yang ada didaerah tersebut dan adat istiadat yang diakui dan dijadikan identitas bangsa. Mengingat Indonesia adalah negara yang multi-budaya maka muatan pendidikan budaya lokal yang terimplementasi dalam bentuk kurikulum budaya lokal akan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya dalam model pendidikan ini. Sedangkan kurikulum yang bermuatan budaya nasional akan sama antara satu daerah yang satu dengan daerah yang lain. Selain membagi dan berbagi pengetahuan mengenai adat istiadat lokal dan nasional, nilai-nilai budaya bersama juga harus disampaikan dalam proses pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional.

Pengetahuan mengenai adat istiadat lokal maupun nasional dan pemahaman mengenai nilai-nilai bersama sebagai hasil dari proses pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional akan membentuk manusia Indonesia yang bangga terhadap tanah airnya. Rasa kebanggaan ini akan menimbulkan rasa cinta pada tanah airnya yang kemudian akan mengejawantah dalam perilaku melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya.

Dengan melakukan wisata edukasi

Wisata edukasi sebenarnya sangatlah penting dalam proses menumbuh kembangkan rasa cinta tanah dalam nilai budaya. Dalam kegiatan wisata edukasi tidak hanya bersenang senang ke suatu tempat tertentu, melainkan juga akan menmbah ilmu pengetahuan tentang suatu budaya yang ada di Indonesia.
      Sebut saja Candi Borrobudur , Masjid Agung Demak, dll nya yang di dalamnya menyimpan sejarah yang sangat berpengaruh terhadap berkembangnya budaya yang ada di Indonesia

Simpulan & Saran

Berdasarkan pada uraian diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional akan mampu menumbuhkan rasa kebanggaan yang akan melandasi timbulnya rasa cinta tanah air pada peserta didik. Beberapa saran yang dapat diajukan pada berbagai elemen pendidikan maupun elemen terkait lainnya adalah:

1. Merancang sebuah kurikulum yang memiliki muatan budaya lokal dan nasional yang berisi pengetahuan mengenai adat istiadat yang ada didaerah masing-masing dan adat istiadat yang diakui dan dijadikan identitas bangsa serta berisi pengetahuan mengenai nilai-nilai bersama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

2. Menerapkan kurikulum yang berbasis budaya lokal dan nasional mulai dari tingkat pendidikan yang paling rendah.

3. Menentukan metode dan media pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan.

 




Daftar Pustaka

Suryabrata, S. (1989). Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.

Wardekker, W. L. (2004). Identity, Plurality, and Education. Philosophy of Education Society. http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/95_docs/wardekker.html.

Undang-Undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.

Treanor, P. (1997). Structure of Nationalism. Sociological Research Online 2nd edition. http://web.inter.nl.net/users/Paul.Treanor/nation.structure.html.

Hauss, C. (2003). Nationalism. http://www.beyondintractability.org/essay/nationalism.

https://belanegarari.com/2009/05/01/meningkatkan-rasa-cinta-tanah-air-dengan-pendidikan-berbasis-nilai-nilai-budaya-perspektif-psikologi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai-nilai_budaya

http://komunikasikomunikan.wordpress.com/2012/06/29/karakteristik-budaya/



Terima kasih telah mengunjungi Blog saya^^

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel The Chronicles of Narnia: The Horse and His Boy (Kuda dan Anak Laki-Laki)

Contoh Simbol Fonetik dalam Bahasa Indonesia.

Cara Membuat Misro dalam Bahasa Sunda